Waktu yang cemburu
mengisyaratkan luka baru
Hingga usia tak bisa
terhitung dan berlalu
Menceritakan sejengkal masa yang tersedu
Pada sebaris rumah Bubungan Tinggi
Aku berlari sembari menghitung sawah
ikan Papuyu dan Haruan tak lagi ikut menyapa
Meski aku terus mencari diantara beton-beton cantik
itu
Aku kehilangan sungai nan jernih
Terganti dengan Rumah-rumah yang elit
Aku lupa, bagaimana menghitung musim
Agarku bisa mengarungi sungai Martapura tanpa aksesoris
sampahnya
Hingga akhirnya aku sadar
Aku kehilangan!!
Bagaimana aku harus mengembalikannya?
Banjarbaru, 1 Mei 2015
(Antologi Tadarus Puisi Banjarbaru 2015)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar