Selasa, 02 Juli 2013

Mei Di Penghujung Ulang Tahunmu...

Hay abie sedang apa malam ini, bagaimana disana apa kau tidur dengan nyaman? Apa kau makan dengan lahap? Apa kau masih tertawa dan tersenyum? Dan apa kau merinduku? Hari ini apa kau ingat Abie saat dimana kau dilahirkan dimuka bumi menghirup hangatnya dunia dan menangis dengan keras saat semua orang merasa sangat cemas. Saat ini sedang jam 00.30 pagi, aku masih belum tidur abie, kau tahu kenapa? Itu karna aku berselimut kecemasan aku masih menunggu kamu memberi kabar sayang, handphone aku juga sekarang gak pernah silant, takut kalo kamu sms atau telpon tidak terdengar. Abie sebenarnya hari ini itu aku sudah banyak sekali menyusun rencana untuk hari kebahagiaanmu, tapi rencana Tuhan mengubah segalanya kamu mendapatkan kado spesial dari Tuhan tahun ini sayang sekali lagi selamat yah.
    Hari ini tak banyak yang aku kerjakan Abie, aktifitas aku masih seperti biasa memikirkan kamu, kamu, dan kamu, lagi, dan lagi. Tapi jangan khawatir aku baik-baik saja kok sayang masih tetap menjadi Umie yang kuat dan Jutek, aku hanya berdiam dikamar hari ini sayang, sampai tadi sore tante datang dan mengajak aku jalan, kami jalan-jalan kelapangan murjani rencanya aku mau liat pameran tapi ternyata udah gak ada lagi, jadi kami putuskan untuk membeli buah dan pergi kekedai hobbies di sana aku memesan milkshake orange dan roti coklat keju, tiba-tiba pandanganku melihat kesebrang kedai, tepatnya di taman dimana kita berjanji bertemu disna untuk membahas hubungan kita yang cukup renggang, abie masih ingat sama seoarang wanita yang terlihat setres dan main kartu remi yang sudah lecek waktu itu sambil tertawa? Hari ini aku tak melihanya sayang entah dia tak datang atau dia juga lenyap d bawa ke Rumah Sakit Jiwa aku tidak tahu, tapi yang jelas aku melhat bayangan kita d sana dengan wajah muram namun beberpa menit kemudian kita kembali saling tertawa, aku juga melihat abie tempat kita duduk dibangku hobbies saat kau memesan menu kwetiau dan teh hangat, sedangkan aku memesan Poelipat dan teh es, kau makan dengan lahap dan aku dengan senyum melihat kau makan abie, abie apa kau tahu aku paling menyukai moment saat kau makan dengan lahap dan menikmati makanan yang kau kunyah.
    Pulang dari kedai aku berjalan-jaalan sayang dengan tante, rutenya persis seperti yang kita lalui saat kita jalan-jalan disela kesibukan kita, dan kembali lagi terbayang canda tawa kita yang tidak jelas membahas sesuatu. Mungkin aku yang tidak jelas, kamu jelas-jelas saja, smpai dirumah aku kembali lagi syang masuk kamar dan membuka laptopku, kau tau sayang apa yang aku lihat? Tentu saja video yang aku buat dan aku kasih di hati ulang tahun kamu yang ke20. Aku masih ingat abie saat itu kita duduk di alun-alun sambil berbincang binacang tentang hal-hal yang unik, seperti mantan, kehidupan dan rasa nya aku meengenal sosok baru namun aku mengenal cukup lama, waktu itu kita sma-sma melihat langit dan melihat bintang jatuh dan apa kau ingat doa mu? Jika kau lupa aku masih ingat waktu itu kau mengatakan “aku berdoa semoga kita selalu bersma selamanya” seperti itu ucapanmu yang mengharukanku, waktu itu aku hanya berdiam dan saat kau bertanya aku memohon apa aku hanya senyum dan mengatakan “doa kita sama abie” padahal ada banyak sekali permintaanku dan salah satunya “kau bisa selalu tersenyum” itu permohonan aku pada bintang.  Dan saat ini bintang itu bersinar sayang aku bisa melihatnya dari jendela kamar aku.