Minggu, 02 Desember 2012

cetusan emosi


Ku :Dengan tanda ?
                                         
Ku pilin kembali sedikit demi sedikit harapanku
Ku pilin kembali sisa-sisa kekuatan hati
Ku pilin kembali semua kenangandiantara kita
Ku pilin kembali tetesan air mata kehilangan itu
Ku  ukir kembali rasa yang hampir hilang
Ku ukir kembali rasa kita
Ku ukir kembali …………
Kembali aku ingatkan kembali tentang kita yang dulu selalu bersama dalam tawa, bahkan kita berjanji untuk bersama berjuang merangkai huruf dalam panas, hujan, badai, topan, dan tantangan lainnya. Sempat terukir dibenak kita bahwa huruf  A B C D itu akan terus bertambah hingga huruf  Z, dan sekarang lihatlah mawar huruf-huruf itu kian bertambah dan terus bertambah seperti tetesan hujan dihutan diantara daun-daun kecil  yang menebar kesejukan. Sebagaimana mimpi kita bersama dulu. Tapi setega itukah kau ambil bagian huruf  yang pernah kau sumbangkan? Lalu bagaimana lengkap  huruf kita….???

puisiku


Kemarin: diantarasuaraalamMandiangin

Gemerisik air mengalir di bebatuan cadas
Surya terang di balik singkapan dedaunan yang kecil
Suara burung mengisi keheningan
Alam mengirim suara sayu pada semesta
Rinai embun mulai bergelayut diantara bunga dan daun
Memancarkan kesejukan di antara kilauannya
Sembari menghitung ranting aku bermain dengan alam
Menatap surya di balik daun..
Menghirup aroma embun
Dan mendengarkan suara sayu dari alam
Alam mengisyaratkan sebuah tali yang tersimpul
Simpulan yang takkan pernah aku buat sebelumnya
Namun lewat kealamian simpul itu terikat dengan sendirinya
Bersama helaan nafas dan janjiku di dalam hati
Aku akan tetap meniti hutan dengan segala rintangan
Kokoh adalah kekuatan ku saat ini
Dalam lirih aku berucap