Pada bulan Januari 8
tahun lalu
Kau sisipkan semua duka
yang menganga
Sementara kau pergi
jauh melintasi cakrawala
Dan berjanji akan
mengirim surat rindu diantara lirih hujan
Pada jembatan pelangi
yang berwarna
“aku kembali menenun
benang yang kusebut kerinduan”
Pada kemarau Oktober
tahun ini
Aku masih memintal
benang keyakinan
Berharap kau
mengirimkan rindu pada semilir angin
Atau surat yang diikat
pada kaki merpati
“aku kembali memintal
keyakinan “
Masih pada tahun ini
November
Tepat dimana hari yang
aku tunggu
Saat aku berharap
lorong waktu kembali terbuka
Dan membiarkan kau
kembali disini
Untuk sejenak mengingat
masa ceria dibawah mentari
Atau memancing ikan,
dan bernyanyi bersama
Lalu kita tertawa
“masihkah kita ingat,
saat janji yang tertera perihal kasih yang abadi di hati”
Aku berucap pada
ilalang yang sunyi, mati!
Terbakar api tadi pagi
Cukup kau ucap janji
yang memanah pada sepenggal waktu
“aku percaya”
Aku berjanji
Saat nanti kubelah jingga-jingga yang lecah di cakrawala
Pada sepenggal sore
senja dan pagi yang tersisa
“akan aku buka pintu
langit untuk menyapamu”
Tapi hingga malam dan
musim berganti
Tak jua ku temui sore
yang bahagia
Ataupun pagi yang
gembira
Meski ribuan kali
kupintal benang berwarna
Kau tetap tak menyapa
Harsukah kembali ku
rajut benang
Agar kau merasakan
kehangatan rindu
Yang terus ada….
Banjarbaru Oktober 2013