Lorong sunyi menyapa kalbu
Berirama dengan suara riang
Memutar kembali waktu yang hilang
Lalu mendesah dengan nafas panjang
Bayang semu kau ukir diatas air
Sementara sajak tak henti melolong
Didekap erat sang sunyi
Mengantar pada tusukan irama datar
Kukatakan pada sajak air
Bahwa rindu hanya lanting yang lewat
Dan cinta ibarat daun yang dijatuhkan angin
sementara kau seperti sajakku..
dan masih menjadi sajakku...
Setiap detik yang terbang
bertengger pada pagar rindu
Meneteskan embun kasih pada sehelai rumput
Dan menunggu waktu cepat berlalu
ohhh..
Sajak rindu penghilang mantra
Bisakah kau hadir dalam ucapan menit yang lewat
Lalu mendekap selimut kasih yang tak usai
Mungkin, kita hanya sedikit dari lebah yang hilang
Terganti dengan sayap kup-kupu yang indah
Hingga tak bisa diraba angin