Kamis, 31 Oktober 2013

TUA




Toples itu masih berirama gentar
Kaleng itu masih berbunyi halilintar
Suara tapak kaki masih bernyanyi ragu
Menafsirkan kesunyian dalam dinding lampau
Lalu hilang dimakan senja.

Pak renta...
“apakah kau masih bermain di hari tuamu?”
Sementara senja meniti di ufuk malam
Bu renta..
“bagaimana kau berjalan diarus hening?”
Padahal kakimu mulai reot

Keheningan membalut kalbu
Bermandikan sunyi dalam kegelapan malam
Tanpa suara, raga mulai kaku, nafas mulai hilang dan lalu hilang
Meninggalkan udara yang lengang

Minggu, 13 Oktober 2013

~Lara Asa~



Menangisi malam  yang takkan cepat berlalu
Kau dan aku takkan pernah mengerti
Ini tentang sebuah nestapa
Yang hadir melalui deretan nafas panjang
                Menghempaskan asa yang tersisa
                Lalu luluh dimakan jingga pagi
                Sajak embun mempertegas semua
                Tentang hati yang beranjak pergi
Kau..!!
Pantaskah aku berbicara tentang hati
Yang berharap semilir sejuk  nafas panjang
Lalu, apakah kau menyadari
Tentang jiwa yang tertusuk lalu mati
Dan kini bersiap untuk pergi
                Lelah nafas bersandiwara
                Tapi kau tak jua mengerti tentang rasa
                Yang memiliki banyak asa
                Tega nian kau bersahaja
                Dalam jiwa tanpa dosa

Banjarbaru, 13 okt 2013