Toples itu masih berirama gentar
Kaleng itu masih berbunyi halilintar
Suara tapak kaki masih bernyanyi ragu
Menafsirkan kesunyian dalam dinding lampau
Lalu hilang dimakan senja.
Pak renta...
“apakah kau masih bermain di hari tuamu?”
Sementara senja meniti di ufuk malam
Bu renta..
“bagaimana kau berjalan diarus hening?”
Padahal kakimu mulai reot
Keheningan membalut kalbu
Bermandikan sunyi dalam kegelapan malam
Tanpa suara, raga mulai kaku, nafas mulai hilang dan lalu
hilang
Meninggalkan udara yang lengang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar