Kamis, 31 Oktober 2013

TUA




Toples itu masih berirama gentar
Kaleng itu masih berbunyi halilintar
Suara tapak kaki masih bernyanyi ragu
Menafsirkan kesunyian dalam dinding lampau
Lalu hilang dimakan senja.

Pak renta...
“apakah kau masih bermain di hari tuamu?”
Sementara senja meniti di ufuk malam
Bu renta..
“bagaimana kau berjalan diarus hening?”
Padahal kakimu mulai reot

Keheningan membalut kalbu
Bermandikan sunyi dalam kegelapan malam
Tanpa suara, raga mulai kaku, nafas mulai hilang dan lalu hilang
Meninggalkan udara yang lengang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar