Menangisi
malam yang takkan cepat berlalu
Kau dan aku
takkan pernah mengerti
Ini tentang
sebuah nestapa
Yang hadir
melalui deretan nafas panjang
Menghempaskan asa yang tersisa
Lalu luluh dimakan jingga pagi
Sajak embun mempertegas semua
Tentang hati yang beranjak pergi
Kau..!!
Pantaskah aku
berbicara tentang hati
Yang berharap
semilir sejuk nafas panjang
Lalu, apakah kau
menyadari
Tentang jiwa yang
tertusuk lalu mati
Dan kini bersiap
untuk pergi
Lelah nafas bersandiwara
Tapi kau tak jua mengerti
tentang rasa
Yang memiliki banyak asa
Tega nian kau bersahaja
Dalam jiwa tanpa dosa
Banjarbaru, 13 okt 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar