Senin, 30 Juni 2014

CINTA YANG TANPA SAYAP

Aku masih ingat....
saat butir air berjatuhan dibumi, dan semua orang sibuk mengenakan jubah anti air yang akan melindungi mereka menuju tujuan. Begitu juga aku.

Kita...
Bertemu dalam satu ruang yang tak hampa, tak kosong, tak panas, tak dingin, tak gelap, tak terang....
Namun ruang yang hangat dan bernyawa...

Aku masih ingat....
Saat itu aku tengah sibuk menyeruput kopi dengan gelas cantik berwarna putih, aromanya cukup enak, mungkin kopi lokal yang di tumbuk dengan "Lasung"  perlahan aku melirikmu dengan ekor mataku...

Kamu di sana..
dengan tangan yang dilipat, dengan sikap tenang namun tetap menarik memperhatikan orang yang di depan sana berbicara.
"aku tersenyum"

Kamu tau..???
Sebenarnya aku juga tau kamu melirikkan matamu kearahku yang sedang kaku menyesap kopi itu...

Tiba-tiba...
kita sama-sama berada di ruang dingin yang mengakukan seluruh sendi-sendi ini...
Kita sama-sama tertawa lalu saling menghangatkan...

Aku masih ingat...
hingga detik yang tak bisa berkata..
hingga sajak ini terungkap...
hingga kita tak lagi menatap...
hingga kita saling melupa...
hingga daun tak lagi merona...
dan tentu saja...
hingga cinta yang takkan pernah tumbuh sayap...

Bjb 2014