Minggu, 02 Desember 2012

puisiku


Kemarin: diantarasuaraalamMandiangin

Gemerisik air mengalir di bebatuan cadas
Surya terang di balik singkapan dedaunan yang kecil
Suara burung mengisi keheningan
Alam mengirim suara sayu pada semesta
Rinai embun mulai bergelayut diantara bunga dan daun
Memancarkan kesejukan di antara kilauannya
Sembari menghitung ranting aku bermain dengan alam
Menatap surya di balik daun..
Menghirup aroma embun
Dan mendengarkan suara sayu dari alam
Alam mengisyaratkan sebuah tali yang tersimpul
Simpulan yang takkan pernah aku buat sebelumnya
Namun lewat kealamian simpul itu terikat dengan sendirinya
Bersama helaan nafas dan janjiku di dalam hati
Aku akan tetap meniti hutan dengan segala rintangan
Kokoh adalah kekuatan ku saat ini
Dalam lirih aku berucap


Tidak ada komentar:

Posting Komentar