Sabtu, 22 Februari 2014

SALAM UNTUK BUNGA (semangat untuk negeriku tercinta)

ku titipkan salam damai pada angin yang berhembus
ku sampaikan pada setiap bait yang tertera
tentang sebuah cerita malam yang hampa
sementara jingga masih terang di angkasa raya
tak mengapa aku berbicara pada beberapa bunga


“bukankah kita masih mengayuh menuju cahaya?”

biarkan langit hampa
dan salam damai tak nyata. hilang
masih tak mengapa, sebab suara kita masih pekat dalam jiwa
masih berirama dengan dentang detik yang berlalu

hingga kau bunga akan tetap kuat
meski dimakan hari yg lewat
terseret arus debu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar